Terimakasih dan Selamat !
Sore ini, entah seseorang yang biasanya tak pernah ada kabar, tak peduli kalo ada aku yang masih jadi miliknya, tiba-tiba bertanya keadaan melalui pesan singkat. Setelah belangsung beberapa jam pembahasan yang awalnya biasa menjadi sedikit mencemaskan hati. Aku sudah menduga seperti apa yang akan ia katakan, dan sebelumnya aku juga sudah menyiapkan hati biar tidak down. Ya, selarik kalimat yang aku sudah paham artinya. Dia sudah memberi jalan hidup yang harus aku lewati tanpanya. Dia sudah jauh-jauh hari mencari momen untuk melepasku. Dan akhirnya senja ini dia sudah bukan milikku lagi. Lalu bagaimana dengan kenyataan yang mendadak ini? Sanggupkah aku menerima? Ya, you know lah, impossible! Benar sore ini sedang tidak hujan, tapi pipiku basah tiada henti. Selamat untuk kamu yang begitu kucinta, dengan tega mempermainkan perasaan wanita yang menyayangimu. Aku hancur lagi untuk kedua kalinya meski bukan dengan orang yang sama. Sekali lagi selamat, semoga perempuan itu bisa membahagiakanmu. Iya, perempuan yang lebih sempurna dari aku dan perempuan yang lebih baik dari aku. Dia sudah memenangkan dirimu. Cukup aku saja yang tersakiti, kamu dan dia yang berbahagia. Aku akan berdiri lagi sendiri, berjalan memperbaiki hati yang telah dipatahkan, ya meski sebenarnya tidak akan bisa utuh kembali. Menguatkan diri sendiri setiap hari. Memaafkan mungkin iya saja, tapi untuk ikhlas dan melupakan belum Lillahita'ala. ~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar