Kamis, 01 Desember 2016

3 Maret - 3 Mei

3 Maret 2016. Iya, dimana aku mulai berpacu pada satu hati, dimana aku sedang bahagia, dimana aku sudah tak berniat untuk mencari lagi, dan dimana aku harus melepas masa single selama enam bulan. Memang benar, hanya dia seseorang yang selalu aku semoga-kan dalam setiap doa-doaku. Cuma dia arah dan tujuan hidupku. Dengan perkenalan yang sederhana dalam sebuah messenger. Awalnya aku tak begitu peduli dengan perkenalan tersebut. Karena aku sudah terbiasa dengan kesendirian, bahkan aku sudah merasa nyaman dengan status single. Tapi entah seakan-akan dia memang begitu istimewa, dia mengejarku dengan penuh ingin serta ambisi. Benar, aku mulai luluh kepadanya, dan aku mulai merasa nyaman bersamanya. Bukan perkara baper atau sejenisnya, tapi dia membuatku merasa benar-benar hidup. Dua minggu berlalu. Rindu ingin bertemu sudah menggebu-gebu. Kita sudah tak sabar menanti waktu itu. Iya, waktu untuk melepas segala rindu. Sampai disaat waktu yang telah terencanakan, dia rela mengambil cuti kerja hanya untuk menjemputku berpuluh-puluh kilometer. Iya, karena kita memang terpisah dengan jarak. "Touchdown Jember" sebuah personal message yang aku baca dalam recent update bbm. Alhamdulillah, akhirnya kamu tiba di kota ku. Setengah jam kemudian kita bertatap muka, segala rindu sudah terobati. Kamu membawaku ke kota mu. Surabaya, kota yang sebelumnya pernah aku tempati juga. Kau merawatku begitu penuh sayang. Kau mengajakku menikmati setiap senja di Suramadu. Kau kenalkan aku pada segala jalan yang pernah kau singgahi bersama teman-temanmu waktu SMA. Kau jadikan aku partner ngopi setiap malam hari. Dua minggu berakhir hanya karena kamu harus pindah tugas di Makassar. Sebuah berita bahagia karena dengan begitu kamu naik tingkatan, juga sebuah berita yang menyedihkan. Karena kita akan semakin jauh, bukan beda kota lagi, tapi beda pulau. Oh Tuhan kenyataan apa lagi ini? Kamu ragu dengan tugas itu, bahkan kamu masih memikirkan hubungan kita. Aku hanya bisa support kamu untuk masa depan kamu. Dan hanya bisa berdoa semoga kita kuat menjalani status LDR beda pulau. Malam terakhir sebelum kita sama-sama berangkat ke tujuan masing-masing. Kamu ke makassar dan aku balik ke jember. Seuntai kata yang masih aku ingat "Bismillah satu setengah tahun cuma sebentar sayang, aku ngumpulin uang buat nikahin kamu, nanti kalo aku pulang aku langsung ngelamar kamu, sabar menungguku ya". Subhanallah baru pertama kali ada cowok yang begitu mantapnya mengatakan hal seperti itu. Tapi sayang sekali, dua bulan tepatnya (3 Mei 2016), dia tiba-tiba memblokir segala medsos ku. Tanpa sebab dan akibat juga salahku. Rasanya seperti setengah mati. Apa yang tak pernah ada dikepalaku, saat itu juga membunuhku. Salah apa aku? Dia melepasku paksa tanpa alasan. Bahkan dia bungkam. Dia sudah seperti orang asing. Begitu dalam aku terluka. Dia pilihkan jalan yang sama sekali tak ingin kujalankan. Sangat tega dan kejam. Hari-hari berlalu, aku mencoba terus berdiri meski susahnya setengah mati. Ahh, aku selalu saja lagi dan lagi menguatkan diri sendiri. Apa arti sebuah janji kalau akhirnya seperti ini? Semoga berbahagia kamu yang sudah memilihkan jalan hidup untuk kutempuh dengan kepingan luka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar