Apa tidak terlintaskah dikepalamu tentang hari-hari yang lalu? Perihal yang pernah sama-sama kita simpan dalam hati. Rahasia-rahasia yang kita ciptakan sendiri. Apa kamu lupa, kita pernah sedekat nadi tentang bahagia? Kini, mengapa aku yang harus menjawab segala tanya. Dengan tega kau hempaskan segalanya padaku. Dihantam berkali-kali tubuhku yang menabahi utuhmu. Kamu menjadi seseorang yang kejam. Membunuhku diam-diam. Kau simpan dia dibalik semua kemesraan kita. Adakah cara yang lebih licik untuk bahagia selain itu?
Pandai sekali kamu bermain asmara. Bagaimana mungkin tiba-tiba saat semua yang aku perjuangkan untukmu kau campakkan begitu saja. Dan yang lucunya, ada orang lain yang dengan sombongnya mengatakan aku adalah orang yang kalah perihal cinta. Apakah bagimu cinta ini perihal siapa yang mampu merebutmu? Atau, baginya cinta adalah usaha gagah-gagahan memiliki seseorang dengan cara paksa. Dengan jalan apa saja. Termasuk jika harus menghancurkan perasaan dan kebahagiaan yang aku punya. Cinta memang buta, katanya. Namun bukan begitu juga seharusnya. Tetapi mau tidak mau aku akan belajar menerima. Kutelan segala kepahitan yang kau siramkan ditenggorokanku. Kulumat segala pilu yang kau oleskan di pelopak mataku. Semoga pedih dan segala hal yang butuh waktu pulih ini tidak menyerangmu suatu hari. ~
"Sebuah Usaha Melupakan - Boy Candra"
Pandai sekali kamu bermain asmara. Bagaimana mungkin tiba-tiba saat semua yang aku perjuangkan untukmu kau campakkan begitu saja. Dan yang lucunya, ada orang lain yang dengan sombongnya mengatakan aku adalah orang yang kalah perihal cinta. Apakah bagimu cinta ini perihal siapa yang mampu merebutmu? Atau, baginya cinta adalah usaha gagah-gagahan memiliki seseorang dengan cara paksa. Dengan jalan apa saja. Termasuk jika harus menghancurkan perasaan dan kebahagiaan yang aku punya. Cinta memang buta, katanya. Namun bukan begitu juga seharusnya. Tetapi mau tidak mau aku akan belajar menerima. Kutelan segala kepahitan yang kau siramkan ditenggorokanku. Kulumat segala pilu yang kau oleskan di pelopak mataku. Semoga pedih dan segala hal yang butuh waktu pulih ini tidak menyerangmu suatu hari. ~
"Sebuah Usaha Melupakan - Boy Candra"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar